Antena J-Pole atau juga dikenal dengan nama J Antenna, pertama kali ditemukan oleh Hans Beggerow pada tahun 1909. Terdiri dari satu elemen, satu buah radiator dengan panjang setengah panjang gelombang (1/2 lamda), dan satu pasang feedline tunning seperempat panjang gelombang (1/4 lamda) yang dipararelkan.
Bahan untuk membuatnya juga terbilang mudah di dapat. Kita bahkan bisa membuatnya dengan menggunakan pipa tembaga bekas AC rumah.
Kita harus tentukan dulu pada frekuensi mana kita akan bermain, agar pada saat penghitungan panjang gelombang tidak jauh melenceng dan mendapat hasil pengukuran SWR lebih akurat. Untuk perangkat yang di duplex, frekuensi TX dan RX akan berbeda, maka alangkah baiknya jika kita mengambil frekuensi tengah antara kedua frekuensi tersebut dengan cara mencari nilai rata-ratanya.
Setelah kita mengetahui pada frekuensi mana kita akan bermain maka kita tinggal menghitung ukuran panjang antena yang akan kita buat. Silahkan klik disini untuk mendesain entena anda.
Setelah tau desain yang kita dapat dari kalkulator antena diatas, maka mulailah memotong dan merakit antena J-Pole anda dengan mengikuti hasil hitungan dari kalkulator tadi. Dalam hal ini mohon untuk tidak banyak bereksperimen karena jika salah-salah dapat merusak perangkat anda karena ketidaksesuaian antara perangkat dengan antena.
Untuk kabel anda gunakan kabel jenis kabel coaxial type RG-58 atau RG-8 yang mempunyai impedansi 50ohm. Untuk lebih yakin dalam menggunakan antena tersebut maka sebaiknya dilakukan pengukuran menggunakan SWR analyzer.
Demikian penjelasan singkat tentang antena J-Pole dan cara membuatnya. Untuk informasi penulis sendiri sampai saat ini masih menggunakan antena J-Pole yang penulis buat sendiri menggunakan pipa tembaga dari pipa bekas AC, dipasang pada ketinggian 5 meter diatas permukaan tanah.
Salam 51-55
JZ10DYB
Yanu B. Setyawan
https://m0ukd.com/calculators/slim-jim-and-j-pole-calculator/
Radio Antar Penduduk Indonesia Lokal 3 Karawang Utara Frekuensi Kerja 142.080Mhz
Showing posts with label rapi karawang. Show all posts
Showing posts with label rapi karawang. Show all posts
Friday, July 7, 2017
Mengenal Repeater Pada RPU (Radio Pancar Ulang)
Repeater : artinya adalah
pengulang.
Fungsinya : Mengulangi kembali pancaran,
dengan maksud memperkuat kembali pancaran yang diterima sehingga lebih kuat dan
dapat mencapai jarak yang lebih jauh.
( memperluas jangkauan )
- Receiver : / penerima biasa disebut RX
- Transmitter / pemancar disebut juga TX
- COR : Carrier Operated Relay Bagian ini yang mengatur transmitter untuk segera memancar bersamaan saat bagian RX menerima informasi,dan memutuskan kembali pancaran saat sinyal informasi selesai/terputus.
- Duplexer: adalah alat yang dapat menyatukan bag RX dan TX yang sekaligus menjadi filter dan penyekat antara RX dan TX sehingga frekwensi RX dan TX dapat bekerja bersamaan tanpa saling ganggu sehingga memungkinkan kita untuk menggunakan satu bh antenna saja untuk menerima sekaligus memancarkannya kembali.
- Power supply adalah Catu daya tegangan searah yang menyupply arus listrik keseluruh peralatan tsb.
- Coaxial atau Saluran transmisi biasa disebut Coaxial /Heliax sbg pembawa daya ke antenna.
- Antenna Berfungsi menerima pancaran dan memancarkan, serta merubah daya RF menjadi gelombang elektro magnet dan memancarkannya kembali.
Bila bagian bagian yang
telah dibahas tsb diatas, digabungkan maka jadilah dia sebuah
Repeater.
BLOK DIAGRAM SEBUAH
REPEATER
Sedikit Cara kerja :
Repeater
Saat PTT HT Ditekan ( ia akan memancar
pada Freq A ) Bag RX repeater (frequency :A) menerima informasi dari radio HT
tsb, maka bag rx aktif, dan COR akan langsung menggerakkan bag transmit (TX )
yang secara bersamaan informasi yang diterima tsb dipancarkan
kembali oleh bagian TX ( B). dan pancaran tsb dapat diterima oleh HT lain
dilapangan pada Frekwensi receive HT ( B . Demikian pula saat HT lain mengudara
untuk menjawab atau memanggil prosedur tsb kembali berulang
Repeater pada umumnya diletakkan disuatu
tempat ketinggian ,antennanyapun ditinggikan lagi yang biasanya diletakkan
diatas tower sehingga jangkauan pancaran akan lebih jauh. Semakin tinggi letak repeater, maka akan
lebih jauh pula daya jelajahnya. Seringnya repeater diletakkan disuatu
lokasi yang tinggi misalnya di puncak Gunung, atau Bukit ,
Antennanya pun di instalasikan ditower yang cukup
tinggi.
Memperkirakan jarak jangkau repeater,
secara sangat sederhana adalah dengan melihat area dari lokasi tsb dengan mata
kita, bila yang terlihat sangat luas, maka hampir dapat dipastikan, sejauh mata
kita memandang, sampai sanalah area yang dapat dicover oleh
repeater itu, ( Line Of Sight ) Mengingat keterbatasan daya pandang, dapat saja
coveragenya lebih jauh dari pandangan kita.
Peformance sebuah repeater dipengaruhi
pula oleh ,daya pancar repeater, sensitivitas, serta sel;ektivitas dari repeater
itu sendiri.
Untuk meningkatkan
kekuatan pancaran, selain meletakkan repeater pada tempat yang tinggi,
maka digunakan pula Antenna dengan penguatan ( gain ) yang
besar.
https://rielmotorola.wordpress.com/2008/08/06/cara-kerja-repeater/
Menjadi Anggota RAPI
KRAP atau Komunikasi Radio Antar Penduduk adalah komunikasi radio yang pada awalnya menggunakan band frekuensi 26.968 - 27.405 MHz yang di negara asalnya Amerika Serikat terkenal dengan nama Citizen Band Radio (CB). Sejak tahun 1958, di Amerika, secara resmi radio CB telah dilegalisir penggunaannya sebagai alat komunikasi radio antar penduduk, sebagai organisasi pengelolanya adalah Federal Communication Commission (FCC) yang bertugas mengendalikan dan membina serta membina para penggemarnya yang semakin banyak.
Mulai era tahun 70-an penggunaan CB merambah bumi Nusantara dan terus berkembang walaupun penggunaannya masih belum terkendali karena belum ada ketentuan yang mengaturnya.
Kebijakan pemerintah melalui Menteri Perhubungan telah menetapkan SK MENHUB RI No. S1.11/HKn 501/Phb-80 tanggal 6 Oktober 1980 tentang perizinan penggunaan radio antar penduduk, yang pelaksanaannya diatur melalui SK Dirjen Postel No. 125/Dirjen/1980
yang menetapkan Keputusan tentang Pendirian dan Pengangkatan pengurus
Pusat Organisasi Radio Antar Penduduk, tertanggal 10 Nopember 1980.
Untuk pelaksanaan keputusan diperlukan suatu organisasi yang bertugas
membantu pemerintah dalam pengawasan dan pembinaan terhadap
penyelenggaraan Komunikasi Radio Antar Penduduk (KRAP).
Pada tanggal 31 Oktober 1980 Ditjen Postel
menunjuk Team Formatur dengan surat No. 6356/OT.002/Disfrek/80, dengan
tugass untuk membentuk Organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia yang
mempunyai kepentingan pengelolaan, pembinaan dan pengendalian komunikasi
radio antar penduduk.
Radio Antar Penduduk Indonesia (disingkat RAPI) adalah sebuah organisasi sosial nirlaba di Indonesia yang beranggotakan pengguna perangkat radio komunikasi.
Sesuai dengan namanya, anggota RAPI menggunakan perangkat radionya
untuk berkomunikasi dengan sesama anggota masyarakat lainnya. Sebagai
dasar verifikasi identitas pengguna perangkat radio digunakan call sign JZ (baca: Juliet Zulu) untuk semua anggotanya tanpa pembedaan hierarki.
Maka untuk mengakomodir masyarakat yang telah familiar menggunakan radio komunikasi untuk dapat secara legal dalam penggunaan perangkat dan frekuensinya, silahkan mengisi pada kolom komentar dengan format sebagai berikut:
Nama:
Alamat:
Usia:
Nomor Telepon:
E-mail:
atau klik https://goo.gl/forms/L9GuRslug3K6ubxp2
Sebagai salah satu persyaratan untuk menjadi anggota RAPI adalah memiliki sertifikat Bimbingan Organisasi (BO) yang merupakan event yang dilakukan oleh RAPI tingkat wilayah.
Data yang anda tuliskan pada kolom komentar kami rekap dan kemudian kami akan memveritahu via email kapan dan dimana BO akan dilaksanakan.
Kemudian kami akan merespon dengan segera.
Terimakasih.
Salam 51-55
JZ10DYB
Yanu B. Setyawan
Wednesday, July 5, 2017
Istilah Pada Komunikasi RAPI
Berikut ini saya tuliskan beberapa istilah yang kerap digunakan dalam berkomunikasi antar stasiun dalam RAPI.
Istilah-istilah dalam RAPI :
Break : Mutus Pembicaraan/Permisi
masuk
Roger : Copy : Mengerti
Lurah : Pengendali Freqwensi
Dial : Freqwensi / kanal
Intruksi : Putuskan Pemb. Ada hal
penting
Kosong-kosong : Suami
Kosong Satu : Istri
Kosong dua/Monik : Anak
Monitor : Mendengarkan
Trepik : Mengerjakan
Termonitor : Nampak
Cangkolan : Pekerjaan
Sawahan : Sekolahan
Cara Pembacaan Huruf Alfabet :
A : Alfa J : Juliiet S : Sera
B : Bravo K : Kilo T : Tanggo
C : Carly L : Lima U : Uniform
D : Delta M : Mike V : Viktor
E : Echo N : Nopember W : Wisky
F : Foktrot O : Oskar X : X’trein
G : Golf P : Papa Y : Yongky
H : Hotel Q : Quibeck Z : Zulu
I : Indian R : Romeo
Demikian, dan semoga membantu rekan-rekan yang sedang mempelajarinya.
Salam 51-55
Yanu B. Setyawan
JZ10DYB
Etika Berkomunikasi RAPI
Dalam berkomunikasi baik komunikasi secara langsung maupun melalui media lain, tentu kita selalu menggunakan etika agar lawan bicara kita tau lebih dalam tentang apa yang akan kita sampaikan. Baik itu dengan bahasa tubuh maupun pengolahan intonasi kata.
Berkomunikasi melalui radio dimana pasangan bicara kita tidak nampak, tentu akan lebih sulit membaca gerak tubuh karena tidak nampak. Maka ada beberapa aturan main dalam rangka menjalin komunikasi via radio di RAPI.
Berikut adalah aturan main yang selayaknya diikuti.
Berkomunikasi melalui radio dimana pasangan bicara kita tidak nampak, tentu akan lebih sulit membaca gerak tubuh karena tidak nampak. Maka ada beberapa aturan main dalam rangka menjalin komunikasi via radio di RAPI.
Berikut adalah aturan main yang selayaknya diikuti.
-
Sebelum melakukan hubungan diharuskan memantau/ monitor terlebih dahulu beberapa saat.
-
Setiap awal mengadakan komunikasi, wajib menyebutkan nama panggil (10-28) dan posisi lokasi.
-
Nama panggil harus disebut di setiap akhir hubungan
-
Pembicaraan menggunakan bahasa Indonesia yg baik dan benar serta menjaga sopan santun.
-
Anggota RAPI yg pertama muncul di satu freq. dan berada di stasiun tetap dg sinyal yg baik biasanya menjadi pengatur/pengendali channel (lurah)
-
Wajib memprioritaskan penyampaian berita-berita yg menyangkut ketertiban umum, keamanan , dll.
-
Dilarang memakai kode-kode diluar ten code yg sah
-
Setiap komunikasi hendaknya di catat hasil komunikasi yang meliputi : tanggal, waktu komunikasi, nama panggil lawan bicara, freq yang di pakai, alamat lawan bicara, laporan sinyal & modulasi dan catatan pembicaraan yang di lakukan.Salam 51-55Yanu B. SetyawanJZ10DYB
BANKOM Mudik 2017
RAPI Lokal 3 Karawang Utara juga berpartisipasi dalam acara BANKOM (Bantuan Komunikasi) 2017 dalam rangka mengakomodasi rekan-rekan RAPI yang sedang dalam perjalanan mudik lebaran 2017 pada H-5 sampai dengan H+7. Memberikan informasi kepada para pengguna jalan tentang kondisi lalu lintas secara real time agar memudahkan para pemudik mengambil keputusan untuk jalur yang akan ditempuh. Memberikan informasi kejadian-kejadian yang ada di sepanjang jalur sehingga mempermudah prediksi para pengguna jalan.RAPI Lokal 3 Karawang Utara juga bekerjasama dengan Pesona Suara Pantura (PSP) pada frekuensi kerja 141.110 Mhz, yang merupakan paguyuban Radio Komunikasi terbesar di jawa barat dimana memiliki cakupan wilayah dari Tangerang sampai dengan Brebes sepanjang jalur Pantura. Sehingga dapat memantau wilayah yang lebih luas lagi. Termasuk dipantau juga oleh beberapa lembaga terkait antara lain Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BASARNAS, Dinas Pekerjaan Umum dan lembaga lainnya.
Lokasi BANKOM kali ini terpusat di simpang Dawuan tepatnya di depan kantor kecamatan Cikampek, yang merupakan lokasi yang banyak dilalui pada pemudik roda 2.
Penulis:
Yanu B. Setyawan
JZ10DYB
Subscribe to:
Posts (Atom)





